Jumat, 20 Maret 2015

GENDER


Pengertian :
Gender adalah : suatu tatanan sosial yang membentuk katagori yang menyangkut harapan dan tanggung dan bukan perbedaan biologis (Rathgeber : 204)
Gender adalah perbedaan laki laki dan perempuan yang dibentuk oleh budaya dan sex atau jenis kelamin., adalah perbedaan biologis yang berhubungan dengan fungsi reproduktif (Hardings)
Instaw mengatakan bahwa kedudukan perempuan sebagai brikut:
  • Jumlah perempuan adalah ½ dari penduduk dunia
  •  Perempuan mengerjakan 2/3 dari seluruh jam kerja
  • Tetapi penghasilan perempuan hanya 1/10 Dan juga perempuan hanya memiliki 1/100 dari harta
Perbedaan Gender dengan Jenis Kelamin
Gender
Jenis Kelamin

  •  Gender berubah rubah dari waktu ke waktu
  • Peran gender berbeda di tiap budaya
  • Dipengaruhi oleh kelas sosial, umur, latar belakang etnik
  • Dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan di rumah

  • Jenis kelamin tidak pernah berubah kecuali memakai teknologi yang sangat tinggi

Kesenjangan Gender
Adalah keadaan yang menunjukkan bahwa dalam berbagai kehidupan ada situasi timpang/tidak adil adalam hubungan antara laki laki dan perempuan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam kesetaraan Gender: Kapasitas dan kemmapuan yang sama,  Kemauan/keinginan yang sama dan Kebutuhan yang sama
Ciri Ciri Ketimpangan Gender

  1. Subordinasi Pandangan yang menempatkan kedudukan dan peranan perempuan lebih rendah dari laki laki
  2. Marjinalisasi, Perempuan tersingkirkan dalam proses pembangunan
  3. Setreotype, Pandangan bahwa Perempuan hanya mempunyai fungsi tertentu, seperti domestic, pengasuh dll
  4. Over burden/Beban Kerja yang berlebihan, Tidak ada pembagian kerja yang adil antara perempuan dan laki laki
  5. Diskriminasi dan tindak kekerasan, Membedakan hak dan kewajiban yang merugikan perempuan
Keadaan dan Masalah Perempuan ( Hasil Beijing)
  1. Perempuan dan kemiskinan (structural)
  2. Kesempatan pendidikan dan pelatihan perempuan
  3. Kekerasan fisik dan non fisik di rumah dan di tempat kerja
  4. Kekerasan di wilayah konflik/perang
  5. Akses pada usaha produktif dan modal kerja
  6. Peranan perempuan dalam pengambilan keputusan
  7. Lembaga dan mekanisme perjuangan perempuan
  8. Kesehatan dan hak reproduksi serta perlindungan dan pengayoman secara hukum
  9. Akses pada media dan eksploitasi perempuan
  10. Rentan terhadap lingkungan hidup
  11. Kesehatan anak dan perempuan mengembangkan potensi terbatas
  12.  Eksploitasi anak bekerja dan kekerasan pada anak perempuan
Kondisi Perempuan di Indonesia
  1. Peraturan perundang undangan yang diskrimanatif terhadap laki laki dan perempuan
  2. Kekerasan fisik/non fisik dan di luar rumah tangga
  3. Perdagangan dan penipuan perempuan
  4. Eksploitasi bentuk tubuh alas an seni atau pariwisata
  5. Kawin muda, cerai tinggi dan poligami
  6. Mas kawin dan anataran perkawinan yang mahal
  7. Salah dalam openafsiran dan pemahami ajaran agama
  8. Diskriminasi dalam kesempatan kesempatan dan peluang pendidikan dan kesempatan kerja
  9. Paksaan dalam KB beserta kurangnya jaminan pengayom pasca pelayanan
Hubungan Numerikal antara perempuan dan laki laki
  1.   Anak laki laki lahir 5% lebih banyak daripada anak perempuan
  2.  Anak laki laki lebih rentan terhadap penyakit
  3. Kondisi kesehatan bayi perempuan lebih baik
  4. Angka kematian laki laki 1-2 th adalah 15% lebih tinggi
  5. Angka kematian perempuam 2-5 th adalah 31% lebih tinggi
  6. Usia harapan hidup perempuan lebih tinggi dari laki laki
  7. Pendidikan perempuan lebih rendah
Ukuran Kesetraan Gender

  •  GDI (Gender Development Index),  Kesetaraan antara perempuan dan laki laki dalam usia harapan hidup, pendidkan dan jumlah pendapatan
  • GEM (Gender Empowerment Measure),  Kesetaraan dalam berpartisipasi politik dan beberapa sektor lainnya.
Strategi  Perencanaan Pembangunan Berperspektif  Gender dilakukan melalui  WID dan GAD

  • WID, Memberikan kesempatan pada perempuan untuk ikut serta dalam pembangunan( yang dalam struktur dan ekonomi didominasi oleh laki laki)
  • GAD, Perempuan sebagai agen perubahan bukan hanya penerima, Ditekankan perlunya perempuan mengorganisasi diri, Mengakui pentingnya kerjasama antar gender, Menganilsa keuntungan dari suatu pembangunan atau kebijaksanaan bagi perempuan dan laki laki.
Tujuan Perencaan Pembangunan Berperspektif Gender adalah:
  1. Mengoptimalkan potensi sumberdaya gender di lingkungan sektor secara proposional, sebagai sumberdaya untuk pemenuhan kepentingan dan pencapaian tujuan pembangunan sektor
  2. Mengoptimalkan potensi dan sumberdaya yang dimiliki sektor dalam pemecahan masalah kesenjangan hak, kedudukan, kemampuan dan kesempatan antara laki laki dan perempuan dalam pembanguan
  3. Memperkuat peranserta sektor daalm pemecahan masalah kesenjangan gender dalam pembangunan
Analisa Gender
  1. Yang dimulai dari usaha untuk mengetahui dari usaha untuk mengetahui latar belakang dan sebab sebab terjadinya kesenjangan sampai pada sebab terjadinya kesenjangan
  2. Upaya pemecahan masalah
  3. Saran dan langkah untuk mengurangi kesenjangan
Pembangunan dengan pendekatan Gender (Gender Mainstreaming)
Pembangunan yang dalam penyusunan, perencanaanya telah mengakomodasikan aspirasi, kepentingan peranan perempuan dan laki laki didalamnya serta memperhatikan dampaknya baik terhadap perempuan maupun laki laki
Data  Gender
Adalah kumpulan informasi atau angka angka yang sudah dipilah pilah atau dipisah pisahkan menurut jenis kelamin, perempuan dan laki laki sehingga data itu dapat menunjukkan perbandingan, kedudukan, fungsi dan peranan antara perempuan dan laki laki dalam berbagai kehidupan dan kegiatan pembangunan.
Bias Gender
 Yang dimaksud adalah informasi yang sejak semula memang telah menempatkan kedudukan yang satu lebih tinggi dari yang lain, menempatkan fungsi yang satu lebih penting dari yang lain dan peran yang satu lebih besar dari yang lain
Program  Yang dirancang mencakup :

  • Bidang Pendidikan, Pengembangan model pnedidikan peka gender untuk pendidikan formal, non formal      dan penulis bahan , Pengembangan kualitas bahan ajar yang sensitive gender dan Peningkatan uapaya pengabdian masyarakat untuk mewujudkan kesetraan dan       keadilan gender melalui Pusat Studi Wanita
  • Bidang Kesehatan, Peningkatan informasi tentang hak hak reproduksi dan kesehatan reproduksi bagi   perempuan dan Pengembangan system kesehatan yang menghormati hak reproduksi perempuan
  • Bidang Ekonomi dan Ketenaga Kerjaan
  1. Peningkatan kualitas manajemen yang dikelola perempuan
  2.  Peningkatan akses informasi permodalan dan pasar bagi usaha/kelompok usaha yang      dikelola masyarakat
  3. Menumbuhkan motivasi berusaha dikalangan perempuan
  4.  Pemberdayaan perempuan di bidang industry dan perdagangan melalui peningkatan        tehnologi dan pameran dagang bagi perempuan dalam mendukung pembangunan            usaha
  5. Pengembangan modal jaringan untuk perempuan usaha mikro
  6. Penyebarluasan informasi pasar kerja perempuan
  7. Pengembangan sektor informasi bagi naker perempuan
  8. Regulasi perarturan perlindungan hokum bagi tenaga kereja perempuan termasuk   pekerja migran
d.     Bidang Lingkungan Hidup
  Pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan/pemanfaatan limbah pakan dan                sampah
e.      Bidang ketenaga Kerjaan, Sosialisasi Pembinaan Hukum bagi tenaga kerja perempuan dan Perintisan pengembangan system dan lembaga keuangan bagi TKI
f.       Bidang Kekerasan Berbasis gender
  1. Kampanye anti tindak kekerasan terhadap perempuan (termasuk KDRT)
  2. Penguatan system penanganan terpadu korban kekerasan berbasis gender melalui   Woman Crisis Center (WCC) dan Shleter (rumah Aman) di Tingkat Propinsi.
  3. Pedampingan perlindungan dan pemberdayaan sosial ekonomi korban kekerasan
  4. Pengembangan model penanganan terpadu korban kekerasan berbasis gender         melalui komunitas masyarakat
  5. Advokasi bagi korban berbasis gender
g.     Bidang Politik
  1.  Kapanye dan advokasi dalam proses pengambilan keputusan
  2. Penyelengaraan Forum Komunikasi dan Konsultasi Pemberdayaan Politik Perempuan
  3.  Penyelnggaraan pelatihan dan pendidikan politik bagi perempuan, dan manajemen   kepemimpinan yang sensitive gender
h.     Bidang Kesejahteraan Sosial
  1. Implementasi pelaksanaan Model Program Terpadu Pemberdayaan Masyarakat     Berperspektif gendr
  2.  Peningkatan kapasitas sensitive gender pada pelaksana, perencana dan pengambilan        keputusan dan program pembangunan
  3. Peningkatan advokasi dan sosilisasi serta gender budgedting pada aparat pemerintah
  4. Fasilitasi kegiatan Pusat Studi wanita (PSW) sebagai pusat penelitian dan kajian     gender
  5. Peningkatan penelitian dan kajian yang berperspektif gender dalam segala aspek     kehidupan bagi pengambil keputusan kebijakan dan masyarakat
  6. Penyediakan data pembangunan yang dipilah gender
 Sumber :
  • Kebijaksanaan Pemberdayaan Perempuan di Jawa Tengah, 2004, Bappeda Propinsi Jawa Tengah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar