Selasa, 15 April 2014

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN ETOS KERJA


PENGERTIAN   MOTIVASI:
 Bernard Berelson dan Gray A.Steiner:" motive is an inner state that  energizes, actives or moves and that direct or chancels behaviour toward gools
Harold Koontz "Motivation refers to the drive and effort to satisfy a want to goal"
        Wayne F.Cascio :"   Motivation is a force that result from an indiduals desire to   satisfy     their needs  (e.g hunger, thirst, social approval)"
Stephen P.Robbine:" We will define motivation as the willingness to exert high levels of  toward oraganizational goals, condirional by effeorts to satisfy some individual need"
ASPEK DAN POLA MOTIVASI
    Aspek motivasi dibedakan antara aspek aktif atau dinamis dan aspek pasir atau statis. Dalam aspek aktif atau dinamis, motivasi tampak sebagai suatu usaha positif dalam menggerakkan dan mengarahkan sumber daya manusia agar secara produktif  berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam aspek pasif atau statis, motivasi akan tampak sebagai kebutuhan dan juga sekaligus sebagai perangsang untuk dapat mengarahkan dan mengerakkan potensi sumber daya manusia kea rah tujuan yang diinginkan.
    Kaitanya dengan etos kerja, keinginan dan kegairahan kerja dapat ditingkatkan berdasarkan pertimbangan tentang adanya 2 aspek motivasi yang bersifat statis, yaitu :
  1. Aspek motivasi statis yang tampak sebagai keinginan dan kebutuhan pokok manusia yang menjadi dasar dan harapan yang akan diperolehnya dengan tercapainya tujuan organisasi.
  2. Aspek motivasi statis yang berupa alat perangsang atau intensif yang diharapkan akan dapat memenuhi apa yang terjadi keinginan dan kebutuhan pokok yang diharapkannya.
    Sejalan dengan hal tersebut diatas maka Dr.David Mc Clelland mengemukakan pola motivasi sebagai berikut:
  1. Achieveement motivation, adalah suatu keinginan untuk mengatasi atau mengalahkan suatu tantangan, untuk kemajuan dan pertumbuhan.
  2. Affiliation motivation, adalah dorongan untuk melakukan hubungan hubungan dengan orang lain.
  3. Competence motivation, adalah dorongan untuk berprestasi baik dengan melakukan pekerjaan yang bermutu tinggi.
  4. Power motivation, adalah dorongan untuk dapat mengendalikan suatu keadaan dan adanya kecendurungan mengambil risiko dalam menghancurkan rintangan rintangan yang terjadi. Sifat ini sering dilakukan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang politik. Power motivation ini akibatnya tidak terlalu buruk, jika diikuti oleh achievement, affiliation dan competence motivation yang baik.
MAKSUD DIBERIKAN MOTIVASI KEPADA KARYAWAN

  1. Pimpinan membagi bagikan pekerjaannya kepada para bawahan untuk dikerjakan dengan baik.
  2.  Ada bawahan yang mampu untuk mengerjkanan pekerjaanya tetapi ia malas atau kurang bergairah mengerjakannya.
  3. Untuk memelihara dan atau meningkatkan kegairahan kerja bawahan dalam menyelesaikanya tugas tugasnya.
  4. Untuk memberikan penghargaan dan kepuasaan kerja kepada bawahanya yang berprestasi.

TUJUAN PEMBERIAN MOTIVASI
  1. Mendorong gairah dan semangat kerja karyawan
  2.  Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan
  3. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan
  4. Mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan perusahaan
  5.  Meningkatkan kedisplinan dan menurunkan tingkat absensi karyawan
  6. Mengefektifkan pengadaan karyawan
  7. Menciptakan suasana  dan hubungan kerja yang baik
  8. Meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan
  9. Meningkatkan tingkat kesejahteraan keryawan
  10. Memeprtinggi rasa tanggung jawab terhadap tugas tugasnya
  11. Meningkatkan efesiensi penggunaan alat alat dan bahan baku
ASAS ASAS MOTIVASI
  1. Asas mengikutsertakan, artinya mengajak bawahan untuk ikut berpartisipasi dan memberikan kesempatan kepada mereka mengajukan pendapat, rekomendasi dalam proses pengambilan keputusan.
  2.  Asas komunikasi, artinya menginformasi secara jelas secara tentang tujuan yang dicapai, cara cara mengerjakannya, dan kendala kendala yang dihadapi.
  3. Asas pengakuan, artinya memberikan penghargaan, pujian dan pengakuan yang tepat serta wajar kepada bawahan atas prestasi kerja yang tercapainya.
  4. Asas wewenang yang didelegasikan, artinya memberikan kewenangan dan kepercayaan diri pada bawahan, bahwa dengan kemmapuan dan kreativitasnya ia dan saya berharap anda mampu mengerjakannya.
  5. Asas adil dan layak, artinya alat dan jenis motivasi yang diberikan harus berdasarkan atas äsas: keadilan dan kelayakan terhadap semua karyawan, missalnya pemberian hadiah atau hukuman terhadap semua karyawan harus adil dan layak kalau masalahnya sama.
  6. Asas perhatian timbal balik, artinya bawahan yang berhasil mencapai tujuan dengan baik maka pimpinan harus bersedia memberikan alat dan jenis motivasi. Tegasnya kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
ALAT ALAT MOTIVASI
  1. Material isentif, yaitu alat motivasi yang diberikan berupa uang dan atau barang yang mempunyai nilai pasar, jadi memberikan kebutuhan ekonomis, misalnya kendaraan, rumah dan lainya
  2. Nonmaterial insentif, yaitu motivasi yang diberikan berupa barang atau benda yang tidak bernilai, jadi hanya memberikan kepuasaan atau kebanggaan rohani saja, misalnya medali, piagam, bintang jasa dll
  3. Kombinasi material dan non matrial insentif, yaitu alat motivasi yang diberikan berupa material (uang dan barang) dan non material (piagam, medalai) jadi memenuhi kebutuhan ekonomis dan kepuasaan atau kebanggan rohani.
METODE METODE MOTIVASI
  1. Metode langsung (direct motivation) adalah motivasi ( material dan nonmaterial) yang diberikan secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasaanya. Jadi sifatnya khusus seperti memebrikan pujian, penghargaan, bonus., piagam dll
  2. Motivasi tidak langsung ( indirect motivation), adalah motivasi yang diberikan hanya merupakan fasilitas fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja/kelancaran tugas, sehingga para karyawan betah dan bersemangat melakukan pekerjaann ya, misalnya kuris empuk, mesin mesin yang baik, ruangan kerja terang dan nyaman, suasana lingkungan pekerjaan yang baik, penempatan karyawan yang tepat. Motivasi tidak langsung ini besar pengaruhnya untuk merangsang semangat bekerja karyawan sehingga produktivitas kerja meningkat.
MODEL MODEL MOTIVASI
  1. Model tradisional, mengemukakan bahwa untuk motivasi bawahanya agar gairah bekerjanya meningkat dengan system intensif.
  2. Model hubungan manusia, mengemukakan bahwa motivasi bawahan supaya gairah bekerjanya meningkat, dilakukan dengan mengakui kebutuhan sosial mereka dan membuat meraka merasa berguna serta penting, dan hasil dari motivasi ini adalah karyawan mendapatkan beberapa kebebasan membuat keputusan dan kreativitas dalam melaksanakan pekerjaanya.
  3. Model sumber daya manusia, karyawan dimotivasi oleh banyak factor, bukan uang atau barang atau keinginan tetapi kebutuhan untuk mencapai pekerjaan yang berarti (prestasi) dan hal ini akan membawa dampak bagi karyawan semakin bertanggung jawab atas semua pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
HARAPAN KARYAWAN.
  1. The desire to live, artinya keinginan untuk hidup. Keinginan ini merupakan keinginan utama setiap utama setiap orang. Manusia bekerja untuk dapat makan dan makan untuk dapat melanjutkan hidupnya.
  2. The desire for possession, artinya keinginan untuk memiliki sesuatu. Keinginan ini merupakan keinginan manusia yang kedua dan salah satu sebab mengapa manusia mau bekerja.
  3. The desire for power, artinya keinginan akan kepuasan. Keinginan ini merupakan keinginan selangkah diatas keinginan untuk memiliki dan mendorong orang mau bekerja.
  4. The desire recognition, artinya keinginan akan pengakuan. Keinginan ini merupakan jenis terakhir dari kebutuhan dan juga mendorong orang untuk bekerja.
Sumber :
Hasibuan, Malayu, 1986, Dasar, Pengertian dan Masalah, PT.Gunung Agung, Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar