Selasa, 24 Mei 2016

KONSERVASI ENERGI DAN AIR

Laporan Bimbingan Teknis Konservasi  Energi
Di Kota Semarang
Tahun 2016


1.   Latar Belakang.
Konservasi energi adalah penggunanaan energi dengan efisiensi dan rasional tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan. Upaya konseravsi energi diterapkan pada seluruh tahap pemanfaatan, mulai dari pemanfaatan, mulai dari pemanfaatan sumber daya energi sampai pada pemanfaatan terakhir, dengan menggunakan teknologi yang efisien, dan membudayakan pola hidup hemat energi,(Dr.Ir.Sasongko Pramonohadi, Dosen eknik Elektro UGM).
Berkaitan dengan konservasi energi di Kota Semarang sumber daya energi berdasarkan data dari PLN adalah Jumlah GI 15 buah Luas Wilayah 3.021 km2,  Jumlah Penyulang 127 penyulang Panjang JTM 5.444 kms, Panjang SKTM 115 kms Panjang SKUTM 5.329 kms, Jumlah Gardu Distribusi 18.652 buah, Panjang JTR 8.415 kms, Jumlah Pelanggan 1.395.632 pelanggankWh Jual 1.644 GWh, Pendapatan Rp. 1.584 M Jumlah key Point  (LBS,recloser, ABSW) sebanyak 332 unit.
Pengguna (user) energi di Kota Semarang dibagi dalam lima katagori yakni untuk rumah tangga, bisnis, publik, industri dan sosial yang dalam prosentase dapat dijelaskan sebagai berikut: untuk komsumsi rumah tangga sebesar 91.32%, Bisnis 5,42%, Publik 0,62%, Industri 0,1% dan Sosial 2,54%
Daya energi listrik yang tersambung untuk rumah tangga 44,54%, industri 27,22%, publik 3,55%, sosial 5,58% dan bisnis 19,11% .
Jumlah pelanggan pengguna energi listrik di kota Semarang  pada tahun 2011 sebanyak 1.112.580 (3%), tahun 2012 sebanyak 1.197.974 (8%), tahun 2013 sebanyak 1.274.087 (6%) dan tahun 2014 sebanyak 1.324.677 ( 4%).
Berdasarkan data diatas maka penggunaan energi di Kota Semarang yang digunakan untuk komsumsi rumah tangga (44.54%) dan bisnis (27,22%)  termasuk sangat tinggi tetapi Pemerintah Kota Semarang telah melakukan berbagai upaya untuk penghematan energi yang dimotivasi secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah melalui Sosialisasi Gerakan Hemat Energi.
Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah wilayah administrasinya dibagi dalam 16 Kecamatan terdiri dari 177 Kelurahan, sebagai sample berdasarkan data dari PLN Area Semarang di Kecamatan Semarang Barat jumlah pelanggan 92.709, susut 3,54% dan kWh jual sebesar 63.344.343,-, di Kecamatan Semarang Tengah jumlah pelanggan listrik sebanyak  119.393, susut 5,41%, dan kWh jual sebesar Rp.72.576.866,-, sedangkan Kecamatan Semarang Timur jumlah pelanggan sebanyak 181.954, susut 9,17% dan kWh jual sebesar 68.493.000,-
Tahun 2014 Kota Semarang  meraih penghargaan International Earth Hour City Challenge (EHCC) untuk kategori National Earth Hour Capital 2014 di Vauncouver,Kanada yakni kompetisi bidang pelestarian lingkungan itu diselenggarakan oleh World Wildlife Fund Internasional (WWF) diikuti 160 kota dari 14 negara.
 “Kota Semarang adalah kota di Indonesia yang memenangkan kategori tersebut bersama 12 kota lainnya dan Indonesia  hanya mengirimkan dua kota yang direkomendasi bersama Bogor,”.
Program Earth Hour City Challenge merupakan kompetisi global untuk mendorong Pemerintah Daerah menyusun rencana pembangunan daerah rendah emisi yang komprehensif ,holistik,inspiratif dan kredibel “EHCC ini diselenggarakan untuk mendorong kota dalam menyiptakan kawasan yang lebih hijau, bersih dari polusi dan berkelanjutan untuk didiami serta dapat menginspirasi kota lain untuk melakukan hal yang sama,”Kota Semarang dinilai telah berupaya penuh dalam mengurangi emisi gas CO2 di antaranya melalui penggunaan transportasi massal seperti Bus Rapid Transit yang ramah lingkungan, penyusunan regulasi bangungan bersirkulasi udara, air dan pencahayaan (sumber listrik).
Untuk mempertahankan apresiasi ini maka Pemerintah Kota Semarang perlu melakukan tindakan penghematan energi secara sistemik, terstruktur dan berkesinambungan dan hal ini dapat ditempuh dengan Sosialisasi Gerakan Sadar Penghematan Energi di Kota Semarang secara terpadu dan berkesinambungan.
2.   Maksud dan Tujuan Konservasi  Energi
a.    Tujuan utama dari konservasi energi adalah untuk menghemat energi. Penghematan energi juga berarti menghemat uang serta mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil karena mereka masih merupakan bahan bakar yang dominan
b.    Penghematan energi listrik dan air
c.    Orientasi Penghematan energi ditujukan untuk membuka lahan energi baru di daerah lain terutama yang terpencil (Indonesia Timur).
d.    Di Indonesia terdapat Daerah yang masyarakatnya belum dapat menikmati penggunaan energi listrik dan air sesuai dengan kebituhannya untuk itu penghematan energi membutuhkan komitmen yang diikat dalam regulasi Pemerintah.
e.    Mengubah perilaku individu terkait dengan penghematan energi seperti mematikan alat alat elektronik, air dan lampu saat tidak dipergunakan.
3.   Penyelengara Bimbingan Teknis Energi
a.    Direktorat Konservasi Energi, Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta.
b.    Bagian Perekonomian Setda Kota Semarang.
4.   Waktu dan Tempat
a.    Waktu Bimtek tanggal 18 dan 19 Mei 2016
b.    Durasi waktu dari pukul 07.30 s/d 16.00 WIB (19 jam)
c.    Hotel Aston Jl.MT.Haryono No.1 Semarang
5.   Tutor dan Narasumber.
a.    Kementrian Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta dengan Materi “Gugus Tugas dan Sistem Pelaporan Penghematan Energi dan Air dan Kebijakandan Program Konservasi Energi”.  
b.    Endah Setyaningsih  dari Universita Tarumanagara, Jakarta dengan Materi “Pencahayaan Dalam Bangunan Gedung”.
c.    Bappeda Kota Semarang dengan Materi “ Konservasi Energi”
d.    PLN Kota Semarang dengan Materi “Mewujudkan DJTY Hebat dengan 14% Pertumbuhan Penjualan Tenaga Listrik”

6.   Sasaran
a.    Pegawai Negeri Sipil Se Kota Semarang (Perwakilan) yang notabene adalah pengguna energi listrik dan air di kantor
b.    Masyarakat pengguna energi listrik dan air
7.   Hasil Bimbingan Teknis Energi
a.   Siklus Pengelolaan Energi
1)        Planning (merencanakan program penghematan energi)
2)        DO (mengambil tindakan dan keputusan yang berdasarkan komitmen)
3)        Checking
4)        Action (melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dengan mengadakan rakor)
b.   Dasar Hukum
1)  INPRES NO. 13/201 1 tanggal 11 Agustur 2011  Tentang PENGHEMAT AN ENERGI DAN AIR merupakan PENYEMPURNAAN dari Inpres No. 2 T ahun 2008 tentang Penghematan Energi dan Air .
·         MENGINSTRUKSIKAN kepada pimpinan lembaga pemerintahan di pusat dan daerah untuk melakukan langkah-langkah dan inovasi penghematan energi &  air
·         Membentuk TIM NASIONAL PENGHEMATAN ENERGI DAN AIR dan wajib  menyampaikan  LAPORAN setiap 3  bulan kepada Presiden dengan tembusan kepada UKP-PPP membentuk GUGUS TUGAS di lingkungan masing-masing untuk mengawasi pelaksanaan penghematan energi dan air.
·         Para Gubernur , Bupati dan W alikota melaksanakan program dan kegiatan, melakukan sosialisasi dan mendorong masyarakat  termasuk perusahaan swasta yang berada di wilayah masing-masing untuk melakukan penghematan sesuai kebijakan yang ditetapkan.
2) INPRES NO. 13/2011 TENT ANG PENGHEMA T AN ENERGI DAN AIR
·         T arget Penghematan :
o   Penghematan listrik sebesar 20% (dua puluh persen)
o   Penghematan  pemakaian  BBM  Bersubsidi  sebesar  10%
o   (sepuluh persen) melalui pengaturan pembatasan penggunaan
o   BBM Bersubsidi bagi kendaraan dinas
o   Penghematan air sebesar 10% (sepuluh persen)
·         Target dihitung dari rata-rata penggunaannya dalam kurun waktu 6 (enam)  bulan sebelum dikeluarkannya Instruksi Presiden ini .
3) PERMEN  ESDM No. 13/2012 tentang Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik
·      Pokok-pokok Pengaturan:
o      Penghematan Pemakaian T enaga Listrik wajib dilakukan pada Bangunan  Gedung Negara Bangunan Gedung BUMN, BUMD;Rumah T inggal Pejabat;Penerangan jalan umum, lampu hias, dan papan reklame.
o      Tata cara penghematan dilakukan melalui: Bangunan Gedung Negara dan Bangunan Gedung BUMN, BUMD melalui sistem tata udara, tata cahaya, dan peralatan pendukung Rumah T inggal Pejabat melalui pengaturan penggunaan AC, penggunaan lampu hemat energi, pengaturan penggunaan peralatan pemanfaat listrik Penerangan jalan umum, lampu hias, dan papan reklame melalui pengaturan jam menyala.
c.    Penghematan Energi Listrik
Penghematan energi menurut Gunawan dapat dilakukan dengan 2 aspek yakni aspek efesien dan aspek rasional ditujukan tanpa mengurangi keselamatan dan produktivitas.
·               Aspek Efesien
o    Mengunakan energi seminim mungkin untuk energi hasilan output yang maksimal
·               Aspek Rasional
o    Menggunakan energi secara tepat guna sesuai kebutuhan
Menurut PLN potensi penghematan listrik dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1.    Beralih ke Listrik Pra Bayar (Pintar)
2.    Menggunakan Lampu LED (solar sell system) dan timer untuk penerangan jalan
3.    Menerapkan Green House / Building
4.    Matikan peralatan elektronik (TV, AC, radio, dsb) apabila sudah tidak digunakan lagi
5.    Mematikan lampu PJU di siang hari
PLN juga membuka Contact Centre 123 yang memiliki tujuan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang meliputi aspek antara lain:
1.     Mempermudah segala transaksi yang dilakukan oleh PLN dan pelanggannya, baik PB / PD, informasi status layanan maupun informasi rekening. Menampung keluhan pelanggan non teknis seperti pengaduan mengenai stand rekening yang membengkak
2.     Untuk menghubungi CC 123 dari telepon selular, harus dibubuhi kode area wilayah tersebut.
Sedangkan penyedian loket PPOB adalah tempat pembayaran telah memiliki kerjasama dengan PLN memiliki wewenang:
1.   Untuk menerima pembayaran rekening Paska Bayar dari pelanggan dengan menggunakan ketentuan yang sudah disepakati antara PLN dengan PPOB sebelumnya. Selain itu PPOB berhak melakukan penjualan token listrik.
2.   PPOB diberlakukan oleh PLN sebagai upaya untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan pulsa listrik maupun melakukan pembayaran.
3. Manfaat PPOB dari segi PLN adalah untuk meringkas pekeraan PLN sehingga tidak ada penerimaan Rupiah di kantor PLN yang memungkinkan terjadinya gratifikasi.
4.   PPOB juga merupakan upaya sebagai preventif dari tindakan korupsi
d.   Perilaku Hemat Energi
1) Dengan Motto 3 M , yakni :
·                Mematikan alat elektronikyang tidak digunakan.
·                Mencabut plug listrik yang sudah tidak digunakan.
·                Mengatur suhu AC pada temperatur 25 derajat celsius.
2) Melakukan pembinaan dan pengawasan (melalui uji petik) pelaksanaan pembubuhan label tandahemat energi untuk lampu swabalast sesuai Peraturan Menteri ESM No 18 Tahun 2014.
•           Uji Petik dilaksanakan untuk mengetahui kesesuaian tingkat efisiensi energi lampu swabalast yang beredar di pasaran di bandingkan dalam Sdo C
•           Sampel uji petik berjumlah 20 (dua puluh) unit lampu untuk setiap tipe dan diambil dari toko, lokasi produksi, dan / atau di tempatpenyimpanan barang milik Produsen Dalam Negeri atau Importir.
3) Kiat kiat menghemat energi
·                Mematikan lampu, komputer, printer, kipas angin, dispenser, kulkas, air  dan AC saat tidak digunakan.
·                Mengatur tanaman di luar gedung.
·                Mengerjakan tugas tugas di kantor sampai selesai sehingga tidak perlu melembur di rumah agar energi listrik di rumah tidak terbebani dan daya listrik tidak mengalami progresi yang signifikan.
·                Mengurangiradiasi matahari melalui menutup sebagian korden  sebab cahaya ultra violet memiliki kekuatan sebesar 100.000 LUX  hal ini dapat mengakibatkan alat compresor pada AC harus bekerja keras karena menyesuaikan temperatur yang lebih dingin.
·                Pemerintah mengupayakan kenyamanan penggunaan kendaraan umum agar perilaku masayarakat yang mengunakan kendaraan pribadi mengalami regresi, hal ini dapat mengurangi angka polusi udara.
e.   Potensi  Penghematan Penggunaan A.C di kantor.
1)        Menutup jendela kantor
2)        Memasang alat barometer ruangan untuk mengetahui posisi temperatur suhu saat itu.
3)        Mengatur suhu AC pada temperatur 24 s/d 26 derajat celsius.
4)        Mengatur scedul jam mati dan menyala listrik, air dan peralatan elektronik.
5)        Menempatkan unit compresor  ditempat yang terlindungi oleh sinar matahari.
6)        Memasang ekternal shading yang dapat mengurangi radiasi matahari.
7)        Mengganti lampu dengan lampu jenis LED (lampu yang hemat energi)
8)        Melakukan pemeliharaan.
f.     Pergunakan  Listrik Prabayar (Pintar) untuk menghemat energi Listrik karena :
1)        Pelanggan mengendalikan sendiri pemakaian listriknya
2)        Privasi pelanggan tidak terganggu
3)        Tidak bisa dimanfaatkan perampok yang akan berbuat jahat dengan menyamar sebagai pencatat meter
4)        Pembelian sesuai kemampuan pelanggan
5)        Tidak ada lagi sangsi pemutusan (sesuai kebijakan)
6)        Tidak ada sangsi biaya kelambatan pembayaran rekening listrik
7)        Pembelian token (stroom/pulsa listrik) sangat mudah
8)        Mendeteksi keamanan penyaluran tenaga listrik ke Instalasi milik pelanggan
 Tujuan Listrik Prabayar (Pintar)
1)   Meningkatkan pelayanan pelanggan yang lebih transparan dan terpadu
(Improved Customer Relationship)
2)    Menekan biaya administrasi dalam pencetakan rekening / tagihan
(Reduced Operating Cost).
3)    Menghindari salah pencatatan meter (Improved Customer Relationship)
4)   Improvement terhadap Demand Side Management (DSM) untuk
      pengaturan konsumsi energi listrik (Improved Customer Relationship)
Keuntungan Listrik Pintar
·           Tidak ada abonemen bulanan (rekening minimum)
·           Pelanggan dengan mudah dapat memantau pemakaian listriknya setiap saat
·           Pelanggan dapat mendisiplinkan diri sendiri untuk menggunakan listrik sesuai
anggaran belanja
·           Pelanggan dengan mudah dapat mengendalikan pemakaian dan biaya listrik sehingga terhindar dari pemborosoan
·           Pelanggan bisa membeli listrik sesuai kebutuhannya
·           Tidak ada denda keterlambatan dan untuk rumah sewa bermanfaat untuk membatasi listrik berlebihan
·           Pelanggan tidak perlu repot membukakan pintu karena tidak akan didatangi
petugas baca meter
·           Tidak akan ada kesalahan baca meter
·           Tidak ada pemutusan (Sesuai Kebijakan), sehingga tidak akan didatangipetugas penagihan
·           Privasi pelanggan tidak terganggu
g.   Perancang Cahaya (Memplanning Pencahayaan Ruangan)
Penghematan energi litrik selain dapat dilakukan dengan 3 M (mematikan alat  elektronik yang tidak dipakai, mencabut plug dan stop kontak dan mengatur suhu), perubahan perilaku, menggunakan pra bayar dapat pula dilakukan melalui penataan cahaya sebab cahaya memiliki potensi dalam penghematan energi listrik dan tata cara perancang cahaya sesuai SNI 6197:2011) terkait dengan :
1)        Tentukan tingkat pencahayaan minimum dalam satuan LUX
2)        Tentukan sumber cahaya yang paling efesien sesuai penggunaan.
3)        Tentukan amatur yang sesuai ( dinding, pola distribusi pencahayaan dan pengaturan jarak harus sesuai kebutuhan)
4)        Pilih Kd besar (ukuran) dan bersihkan lampu secara rutin.
5)        Melakukan pengendalian dan pengelompokan saluran kabel yang sesuai dengan cahaya dan energi yang dibutuhkan.
6)        Melakukan  konfigurasi dengan pencahayaan umum
7)        Ceck daya dalam watt/m2 sesuai terget kebutuhan.
h.    Manager Energi, untuk mengatur dan mengendalikan distribusi penggunaan energi sekaligus untuk mengatur penghematan energi diperlukan seorang manager yang memiliki tugas, wewenang dan tanggung jawab sbb:
1)         Mengatur, melakukan penghematan dan  mengendalikan energi sesuai  kebutuhan 
2)        Menyusun program penghematan energi listrik dan air.
3)        Melakukan audit penggunaan energi listrik dan air.
4)        Melaksanakan rekomendasi penghematan energi listrik dan air.
5)        Melaporkan penggunaan energi listrik dan air setiap enam bulan sekali.
6)        Melakukan motoring dan evaluasi terhadap penggunaan energi, penghematan energi dan merancang desain pengeturan distribusi energi sesuai dengan kebutuhan.
8.   Rekomendasi
a.            Semua komponen yang ada sebuah ruangan tersebut (kantor/SKPD) memiliki komitmen untuk melakukan penghematan energi listrik dan air.
b.            Merubah perilaku individu untuk memiliki kesadaran mematikan energi listrik dan air saat tidak digunakan tanpa mengandalkan atau menunggu orang lain untuk melakukannya.
c.           Gerakan sadar penghematan energi  wajib membumi dikalangan masyarakat tanpa memandang stratifikasi sosial.
d.    iberikan sangsi yang dikemas dalam  regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah/Peraturan Walikota/Surat Keputusan Walikota.

9.   Referal.
a.               Bagian Perekonomian  Setda Kota Semarang segera membentuk Gugus Tugas Penghematan Energi Tingkat Kota Semarang.
b.            Pihak-pihak yang dapat dilibatkan dalam Gerakan Sadar Penghematan Energi sbb:
·         Bagian Kesra Setda Kota Semarang
·         Bappeda Kota Semarang
·         Dinas PDAM Kota Semarang
·         Dinas PJPR Kota Semarang
·         Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Semarang
·         Dinas Bina Marga Kota Semarang
·         PLN Area Kota Semarang



Senin, 14 Maret 2016

Mengenali Perilaku Manipulatif


3 Metode:
Manipulasi merujuk pada usaha untuk memengaruhi perilaku atau tindakan orang lain secara tidak langsung. Sebagai manusia, penilaian kita biasanya dipengaruhi oleh emosi, sehingga kita sulit melihat realitas di balik agenda atau motif tersembunyi dalam perilaku yang berbeda. Aspek mengendalikan yang dikaitkan dengan manipulasi kadang sangat halus dan luput dari perhatian, tersembunyi di balik perasaan tanggung jawab, cinta, atau kebiasaan. Anda dapat mengenali tanda-tandanya supaya tidak menjadi korban.
Metode 1 dari 3: Memperhatikan Perilaku Orang Manipulatif
1
Perhatikan apakah dia selalu ingin Anda yang bicara lebih dahulu. Orang manipulatif ingin mendengar apa yang Anda katakan sehingga dia dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan Anda. Dia akan mengajukan pertanyaan menyelidik sehingga Anda akan membicarakan tentang pendapat dan perasaan pribadi. Pertanyaan ini biasanya dimulai dengan “apa”, “mengapa”, atau “bagaimana”. Respons dan tindakannya biasanya didasarkan pada informasi yang Anda berikan.[1]
·         Namun, sikap yang mendorong Anda untuk bicara lebih dahulu tidak lantas dianggap manipulasi. Pertimbangkan juga hal-hal lain yang dia lakukan.
·         Orang manipulatif tidak banyak mengungkapkan informasi pribadi selama percakapan, dia akan lebih berfokus pada Anda.
·         Jika perilakunya yang seperti itu terjadi hampir di semua percakapan, mungkin itu adalah tanda manipulasi.
·         Walaupun pertanyaan yang dia ajukan tampak seperti ketertarikan tulus, harap diingat bahwa mungkin ada agenda tersembunyi di baliknya.
2. Perhatikan apakah dia menggunakan pesonanya untuk mencapai segala sesuatu. Sebagian orang memang sudah pada dasarnya memesona, tetapi manipulator menggunakan pesonanya untuk mendapatkan sesuatu. Mungkin dia memuji Anda sebelum mengajukan permintaan. Mungkin dia memberi hadiah kecil atau kartu ucapan sebelum meminta sesuatu atau mengatakan bahwa dia akan melakukan sesuatu yang menyenangkan agar orang lain mengerjakan sesuatu untuknya.[2]
·         Misalnya, ada orang yang memasakkan makan malam lezat dan bersikap sangat manis sebelum meminta uang atau bantuan dalam mengerjakan proyek.
3
Waspadai perilaku memaksa. Manipulator akan mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu dengan paksaan atau ancaman. Mungkin dia akan meneriaki, mengkritik, atau mengancam agar orang lain melakukan sesuatu untuknya. Dia bisa mulai dengan mengatakan, “Kalau kamu tidak melakukannya, aku akan ___” atau “Aku tidak akan ___, sampai kamu___”. Taktik ini mungkin tidak hanya digunakan untuk mendorong seseorang melakukan sesuatu, tetapi juga untuk menghentikan orang tersebut melakukan tindakan tertentu.[3]
4
Ketahui caranya menangani fakta. Jika seseorang memanipulasi fakta atau mencoba membanjiri Anda dengan fakta dan informasi, bisa saja dia sedang berusaha memanipulasi Anda. Fakta dapat dimanipulasi dengan berbohong, berkilah, menahan informasi, atau melebih-lebihkan. Manipulator bisa saja bersikap seperti ahli pada subjek tertentu dan membombardir Anda dengan fakta dan statistik. Dia melakukan itu agar merasa lebih unggul dari Anda.[4][5]
5
Perhatikan apakah dia selalu bermain sebagai martir atau korban. Mungkin dia melakukan apa yang tidak Anda minta, kemudian menggunakannya untuk memanfaatkan Anda. Dengan "memberi bantuan", dia beranggapan Anda harus membalas kebaikannya dan akan mengeluh jika Anda tidak mau.[6]
·         Seorang manipulator mungkin akan mengeluh dan mengatakan, “Aku merasa sangat diabaikan/tersakiti/dizalimi, dsb.” dalam upaya memperoleh simpati dan membuat Anda melakukan sesuatu untuknya.
6
Pertimbangkan apakah kebaikannya bersyarat. Mungkin dia bersikap manis dan baik jika Anda mengerjakan sesuatu dengan cukup baik, tetapi akan mengamuk jika Anda melakukan kesalahan. Manipulator jenis ini tampaknya bermuka dua, sisi yang satu seperti malaikat ketika ingin disukai dan satunya lagi menyeramkan bila ingin ditakuti. Semua tampak baik-baik saja sampai Anda mengecewakan harapannya.
·         Anda seperti berjalan di ujung tanduk, takut membuat dia marah.
7
Amati pola tingkah lakunya. Semua orang pernah melakukan sesuatu yang manipulatif, paling tidak sekali. Akan tetapi, orang yang memang manipulator melakukannya sepanjang waktu. Manipulator memiliki agenda pribadi dan sengaja mengeksploitasi orang lain untuk memperoleh kekuasaan, kendali, dan keuntungan dengan mengorbankan orang tersebut.[7] Jika perilaku seperti ini terjadi secara reguler, dia mungkin seorang manipulator.
·         Bila Anda dimanipulasi, hak atau minat Anda biasanya dikorbankan dan tidak dianggap penting oleh si manipulator.
·         Ketahui bahwa perilaku manipulatif mungkin dipengaruhi oleh gangguan atau penyakit mental. Misalnya, orang yang sedang depresi mungkin kehilangan kendali tanpa maksud manipulatif, dan orang dengan gangguan hiperaktivitas dan pemusatan perhatian (ADHD) mungkin kesulitan mengecek suratnya setiap hari. Ini tidak menjadikan mereka orang yang manipulatif.
Metode 2 dari 3: Menilai Komunikasi Anda dengan Manipulator
1. Sadari apakah Anda dibuat merasa tidak layak atau dikritik. Teknik umum manipulator adalah mengganggu dan mengecilkan Anda untuk membuat Anda merasa tidak berharga. Apa pun yang Anda lakukan, dia selalu dapat menemukan kesalahan. Tidak ada yang bisa Anda lakukan dengan cukup baik. Bukannya menawarkan saran berguna atau kritik membangun, dia hanya menunjuk sisi negatif Anda.[8]
·         Ini juga bisa dilakukan lewat sarkasme dan lelucon. Seorang manipulator mungkin membuat lelucon tentang Anda, dari pakaian, mobil, pekerjaan, keluarga, penampilan, dan sebagainya. Walaupun komentar tersebut disamarkan sebagai humor, namun humor itu digunakan untuk menyerang Anda. Anda menjadi sasaran leluconnya, dan lelucon itu digunakan untuk membuat Anda memandang rendah diri sendiri.
2. Perhatikan apakah Anda didiamkan. Seorang manipulator menggunakan sikap diam untuk mengambil kendali. Mungkin dia sering mengabaikan telepon, pesan, dan surel dari Anda. Ini dilakukan untuk membuat Anda merasa gelisah atau untuk menghukum Anda karena telah melakukan kesalahan. "Sikap diam" berbeda dengan menjaga jarak untuk menenangkan diri dan kemudian melanjutkan komunikasi lagi, sikap diam di sini digunakan sebagai cara untuk membuat orang lain merasa tak berdaya.
·         Sikap diam mungkin dipicu oleh tindakan Anda, tetapi mungkin juga tidak. Jika si manipulator ingin membuat seseorang merasa tidak berharga, dia hanya perlu memutuskan komunikasi tanpa alasan jelas.
·         Jika Anda menanyakan alasan sikap diamnya, dia mungkin menyangkal ada yang salah atau mengatakan bahwa pertanyaan Anda tidak masuk akal atau Anda paranoid.[9]
3
Ketahui jika dia berusaha membuat Anda merasa bersalah. Rasa bersalah digunakan untuk membuat Anda merasa bertanggung jawab atas tingkah laku si manipulator. Rasa bersalah juga membuat Anda berperan dalam membentuk emosinya, misalnya kebahagiaan, kegagalan, kesuksesan, kemarahan, dan sebagainya. Pada akhirnya Anda akan merasa berkewajiban untuk melakukan apa pun demi dia walaupun itu sesuatu yang tidak masuk akal.[10]
·         Manipulator biasanya membangkitkan rasa bersalah dengan pernyataan seperti “Kalau saja kamu lebih pengertian, kamu pasti akan ___”, “Kalau kamu benar-benar mencintaiku, kamu akan ___” atau “Aku melakukan ini untukmu, kenapa kamu tidak melakukan hal yang sama untukku?” (padahal Anda tidak memintanya).
·         Jika Anda menyetujui sesuatu yang dalam keadaan normal tidak akan Anda lakukan atau membuat Anda tidak nyaman, mungkin Anda sudah menjadi korban manipulasi.
4
Sadari apakah Anda selalu meminta maaf. Seorang manipulator dapat membalikkan situasi untuk membuat Anda merasa telah berbuat salah. Ini dilakukannya dengan menyalahkan Anda karena sesuatu yang tidak Anda lakukan atau membuat Anda merasa bertanggung jawab atas situasi tertentu. Misalnya, Anda dan dia telah berjanji untuk bertemu jam 1 siang, tetapi dia baru muncul dua jam setelahnya. Anda menanyainya, dan dia menjawab dengan, “Kamu benar. Aku tidak pernah melakukan sesuatu dengan baik. Aku tidak tahu kenapa kamu masih mau bicara padaku. Aku tidak berhak bersamamu.” Sekarang dia membuat Anda merasa bersimpati dan mengubah arah pembicaraan.[11]
·         Manipulator juga cenderung salah mengartikan apa pun yang Anda katakan dengan cara paling buruk, yang dapat membuat Anda minta maaf atas apa yang Anda katakan.
5
Sadari apakah dia selalu membandingkan Anda dengan orang lain. Dalam upaya membuat Anda melakukan sesuatu, dia mungkin mengatakan bahwa Anda tidak sebanding dengan orang lain. Mungkin dia juga mengatakan bahwa Anda akan tampak bodoh jika tidak melakukan satu hal tertentu.[12] Ini dilakukannya untuk membuat Anda merasa bersalah dan menekan Anda untuk melakukan apa yang dia minta.[13]
·         “Orang lain akan ___” atau “Kalau aku minta bantuan Meri, pasti dia mau”, atau “Semua orang bilang itu bagus kecuali kamu” adalah berbagai perbandingan untuk membuat Anda melakukan sesuatu.
Metode 3 dari 3: Menghadapi Orang Manipulatif
1.                             
1
Ketahui bahwa Anda bisa mengatakan “tidak”. Seorang manipulator akan terus memanipulasi Anda selama Anda mengizinkan. Anda harus mengatakan “tidak” untuk melindungi kewarasan Anda. Lihatlah ke cermin dan latihan mengatakan “Tidak, aku tidak bisa membantumu” atau “Tidak, cara itu tidak akan berhasil untukku”.[14] Anda harus membela diri, dan Anda berhak mendapat respek.
·         Anda seharusnya tidak merasa bersalah jika menjawab “tidak”. Itu hak Anda.
·         Anda bisa menolak dengan sopan. Bila seorang manipulator meminta Anda melakukan sesuatu, katakan “Aku mau saja, tapi aku sibuk sekali bulan depan” atau “Terima kasih, tapi tidak”.
2. Tetapkan batasan. Manipulator yang menemukan ketidakadilan dan sedang terpuruk akan berusaha memperoleh simpati Anda untuk dimanfaatkan demi kepentingannya sendiri. Dalam kasus ini, dia akan mengandalkan perasaan "tidak berdaya" dan mencari bantuan dari Anda, baik bantuan keuangan, emosional, dan lain-lain. Waspadai sikap seperti itu dan komentar seperti “Hanya kamu yang kumiliki” dan “Tidak ada lagi yang bisa kuajak bicara”, dan sebagainya. Anda tidak memiliki kewajiban atau kesanggupan untuk memenuhi kebutuhannya sepanjang waktu.
·         Jika dia mengatakan “Tidak ada lagi yang bisa kuajak bicara”, cobalah menjawab dengan contoh konkret:
·         “Ingat waktu kemarin Citra datang untuk bicara denganmu sesorean? Dan Sari bilang dia akan senang menemanimu ngobrol di telepon setiap kali kamu butuh didengarkan. Aku mau saja bicara denganmu sampai lima menit ke depan, tapi setelah itu aku ada janji yang tidak bisa dilewatkan.”
3
Jangan menyalahkan diri sendiri. Manipulator akan berusaha membuat Anda tidak layak. Ingat bahwa Anda dimanipulasi agar merasa tidak berharga, dan masalahnya bukan pada Anda. Ketika Anda mulai merasa tidak senang pada diri sendiri, sadari apa yang terjadi dan pulihkan perasaan Anda.[15]
·         Tanyakan ini pada diri Anda, “Apakah dia memperlakukan aku dengan respek?”, “Apakah permintaan dan harapannya masuk akal”, “Apakah hubunganku dengannya berjalan satu arah?”, “Apakah dalam hal ini aku merasa berharga?”
·         Jika jawabannya “tidak”, kemungkinan yang menjadi masalah dalam hubungan tersebut adalah si manipulator, bukan Anda.
4
Tunjukkan sikap tegas. Manipulator biasanya memelintir dan membelokkan fakta untuk membuat dirinya tampak lebih menarik. Ketika Anda merespons pembelokan fakta, cari klarifikasi. Jelaskan bahwa fakta yang Anda ingat tidak seperti itu dan Anda ingin sekali mengetahui hal itu lebih jauh. Ajukan pertanyaan sederhana, seperti kapan Anda berdua sepakat pada suatu masalah, bagaimana bentuk pendekatan yang dia yakini, dan sebagainya. Ketika sudah mencapai persamaan, anggap itu sebagai titik awal baru, bukan fakta yang telah dibelokkan. Misalnya:
·         Dia berkata, “Kamu tidak pernah mendukungku dalam rapat. Kamu di sana hanya untuk kepentinganmu dan kamu selalu mengumpankan aku pada hiu-hiu pemangsa itu.”
·         Anda jawab, “Itu tidak benar. Aku yakin kamu siap membicarakan idemu dengan para penanam saham itu. Kalau kupikir kamu melakukan kesalahan, aku pasti membantu, tapi menurutku kamu berhasil melakukannya dengan gemilang.”
5
Dengarkan diri Anda. Penting bagi Anda untuk mendengarkan diri sendiri dan memperhatikan apa yang Anda rasakan mengenai situasi yang berlangsung. Apakah Anda merasa tertindas, tertekan, berkewajiban melakukan banyak hal untuk dia padahal sebenarnya tidak Anda inginkan? Apakah dampak tingkah lakunya seperti tanpa akhir, jadi setelah Anda selesai membantunya dalam satu hal, Anda diharapkan memberi bantuan dan dukungan lebih? Jawaban Anda harus menjadi panduan untuk mengetahui arah hubungan Anda dengannya.
6
Hentikan usahanya membangkitkan rasa bersalah dalam diri Anda. Salah satu kunci yang harus diingat bila ingin keluar dari jebakan rasa bersalah adalah semakin cepat dihentikan, semakin baik. Lakukan pendekatan bumerang yang balik menyerang dirinya dan jangan biarkan penafsirannya akan perilaku Anda menentukan situasi. Pendekatan ini melibatkan penilaian atas apa yang dikatakan si manipulator, serta mengatakan bahwa dia tidak menunjukkan penghargaan, tidak perhatian, tidak realistis, atau tidak bersikap baik.
·         Jika dia berkata, “Kamu sama sekali tidak peduli kerasnya usaha yang kulakukan untukmu.” Jawab, “Tentu aku peduli dengan usaha keras yang telah kamu lakukan untukku. Aku sudah sering mengatakannya. Sekarang kesannya kamu yang tidak memedulikan perhatianku.”
·         Kurangi cengkeramannya pada Anda. Ketika seorang manipulator mencoba membuat Anda merasa bersalah dengan mengatakan bahwa dia tidak penting, jangan terpengaruh.
7
Arahkan fokus Anda pada si manipulator. Daripada membiarkan dia mempertanyakan dan mengajukan tuntutan, kendalikan situasi. Bila Anda diminta atau ditekan untuk melakukan sesuatu yang tidak wajar atau membuat Anda tidak nyaman, ajukan beberapa pertanyaan menyelidik.[16]
·         Tanyakan, “Apakah itu tampak adil untukku?”, “Apakah menurutmu ini masuk akal?”, “Apa manfaatnya untukku?”, atau “Menurutmu bagaimana perasaanku tentang ini?”
·         Pertanyaan seperti itu mungkin dapat membuat si manipulator mundur.
8
Jangan mengambil keputusan cepat. Seorang manipulator mungkin berusaha menekan Anda untuk mengambil keputusan kilat atau menuntut respons cepat. Daripada menyerah, katakan, “Akan kupikirkan”. Jawaban ini akan menghindarkan Anda dari desakan menyepakati sesuatu yang tidak begitu Anda inginkan atau situasi yang tidak menguntungkan.[17]
·         Jika suatu tawaran hilang ketika Anda mengambil waktu untuk berpikir, mungkin itu karena Anda tidak akan melakukannya jika Anda punya waktu untuk berpikir. Jika dia memaksa Anda untuk membuat keputusan dalam hitungan detik, jawaban terbaik adalah “Tidak, terima kasih”.
9
Bangun jaringan pendukung. Fokuslah pada hubungan yang lebih sehat dan lewatkan waktu bersama orang-orang yang membuat Anda merasa senang dan percaya diri. Berpalinglah pada anggota keluarga, teman-teman, mentor, partner, dan/atau teman dari internet. Orang-orang ini dapat membantu Anda untuk tetap seimbang dan bahagia dengan diri sendiri. Jangan mengasingkan diri!
10
Menjauhlah dari manipulator. Jika Anda merasa interaksi dengan orang manipulatif menjadi sangat sulit atau berbahaya, ambil jarak. Anda tidak berkewajiban mengubah dia. Jika si manipulator adalah keluarga atau rekan kerja yang sering bersama Anda, usahakan membatasi interaksi dengannya, kecuali diperlukan.[18]
Tips
·         Manipulasi bisa terjadi dalam semua jenis hubungan, termasuk asmara, keluarga, atau platonik.
·         Carilah pola perilaku tertentu. Jika Anda dapat memprediksi tingkah laku seseorang dalam upaya mencapai tujuan tertentu, kemungkinan Anda mulai bisa mengenali tanda-tanda perilaku manipulatif.

SUMBER :